Senin, 23 April 2012

Copy time !!


Well, lo gak salah baca dan gue gak salah nulis juga kok soal judul di atas hehe.. Maksud gue emang bener-bener "Copy time" dan bukan "Coffee time" haha.. Oke, singkat aja, kenapa gue kasih judul gitu, gue mengaku kalau gue baru aja posting tiga entri baru yang semuanya adalah hasil copy-paste haha.. Eh tapi jangan salah sangka dulu karena semuanya juga tulisan gue (hebat kan, copy-paste tulisan gue sendiri? Haha)..

Intinya, gue mulai ngerasa kalau situs sosial yang kita sebut-sebut "buku muka" itu mulai sepi, dan gue udah terlanjur punya banyak note-note berharga (LOL) di sana, jadi gue putuskan untuk meng-copy-paste sebagian tulisan-tulisan gue ke blog ini, Adhenoid Lifespot ini.. :D

Yak, selamat membaca tulisan-tulisan gue hasil copy-paste dari "buku muka" gue sendiri.. :D Maaf gue gak nulisin source tulisannya di masing-masing postingan, karena menurut gue gak penting dan gak dosa.. Ya kan? Self-plagiarism gak dosa kan? Hahaha..

Alright, see you my friends!! :D

Ocehan lugas nan sarkastik

Kadang hidup terasa gelap, saat itu kita menggugat hidup itu jahat.. Kadang hidup terasa terang, saat itu kita menganggap kita beruntung.. Loh, kok aneh? Kenapa saat hidup jadi terang kita gak menganggap hidup itu baik, alih-alih kita yang beruntung? Nada yang sama, kenapa saat hidup gelap kita gak menganggap bahwa kita yang lagi sial dan (mungkin) lagi dapet ujian, alih-alih kita menuding hidup lagi jahat sama kita?

Ada satu titik dimana kadang kita sebenernya gak pantes untuk jadi dewasa, atau belum pantes.. Kenapa begitu? Dimana titik itu? Apa penyebabnya?

Renungkan sedikit saja, saya tidak perlu memohon supaya anda ikut merenung kan? Gak mau ya gak usah.. Oke, coba inget masa kecil kita? Terlalu jauh? Merasa udah tua? Coba liat dan perhatiin dengan seksama anak kecil yang sama sekali belum dewasa.. Mereka menuntut dunia untuk mendengar mereka, memaksa semesta untuk menuruti apa mau mereka, mengancam alam dengan memecah tangis mereka sendiri seolah suara mereka adalah sangkakala yang siap meluluh lantakkan siapapun dan apapun kecuali dirinya jika inginnya tidak berkabul.. Semua yang menentang mereka adalah kaum jahat, semua yang memanja mereka adalah kaum yang beruntung.. Sudah ketemu kaitan tentang analogi anak kecil tadi sama sesuatu yang tadi saya sebut sebagai titik dimana kita gak pantes jadi dewasa? Belum? Ah, kurang jelas apa lagi saya mengoceh? Andai saya menulis ini dengan tinta di atas kertas, saya pasti akan memeras kertas saya, biar tintanya tumpah di atas wadah dan saya kembalikan ke dalam pena, karena saya tidak rela tulisan saya yang sejelas ini tidak dimengerti..

Ada yang mau menolong saya? Tolong ubah tiap huruf yang saya tulis ini menjadi tinta dan masukkan ke pena kalian, karena saya sendiri tidak mengerti ocehan apa ini dan kenapa saya punya fikiran untuk menulisnya.. Ada yang bersedia menolong saya? Tidak? Ah, kalian memang jahat.. Atau ada? Ya, saya memang orang yang beruntung..

"Pandai-pandailah bersyukur, jangan mau enak terus"

Simphony empat musim



Semi..
Awan mulai ingat lagi untuk menghujan air.. Kelopak bunga bergetar, mengusir salju kemarin, mengusik putih kemarin untuk menghijau.. Ia terbuka, mereka terbuka.. Memanggil lebah terpanggil.. Hey, mentari kembali menyapa ramah, siapa yang tak bahagia kala mimpi akan menjadi nyata?

Panas..
Awan mulai tidur lagi, menyingkir hilang dari hidung mentari.. Mentari telanjang, memamerkan sengat lewat udara.. Topi-topi kain beludru dihempas angin yang terlalu diburu waktu untuk meniup nada sama ke kuping mereka, empat pasang kuping di padang rumput yang bercengkrama dengan riang akan terkabulnya panjat doa tentang hari yang cerah untuk berpiknik.. Dua pasang.. Yang satu lagi mengejar topi, yang satu lagi menggoda kupu..

Gugur..
Hutan berganti lantai, hijau menjadi jingga.. Atapnya turut berganti, hijau menjadi transparan.. Mentari berbusana awan lagi, mungkin malu setelah kemarin telanjang.. Sengatnya mulai hilang, namun tetap menusuk awan agar ia tak lagi lupa untuk sesekali mengguyur hutan yang kini tanpa atap.. Entah karena guyur itu atau karena mentari yang berbusana, atau mungkin karena keduanya, seluruh hutan beranjak jingga.. Ranggas mengganti panas..

Dingin..
Mentari hibernasi, dunia hibernasi.. Lantai jingga berubah putih.. Nada melankolis melantun menghangatkan jiwa kedinginan.. Awan, entah kerasukan apa, menyembur titik-titik mozaik putih yang kemudian menyatu menutup seluruh.. Bukan, bukan air.. Air tak lagi pasti eksistensinya, mereka tidur dan bersatu solid dalam beku..Tak ada jingga, tak ada hijau, tak ada warna selain putih.. Mungkin indah, mungkin syahdu, mungkin gelap, pasti dingin.. Mimpi itu datang lagi, karena waktu ini memang selalu ada untuk meramu mimpi sebelum putih kembali hijau.. Sebelum mimpi kembali nyata..

Seimbang

Malam berbisik, siang berisik.. Apalah arti suara jika kau tak mengerti apa.. Senja memerah subuh merekah.. Apalah makna pandang jika kau tak mengenal siapa..

Guntur itu gelegar lagi, tetap ia singgah menoreh bising yang sama.. Kosong sepi.. Apa sudah kau merenung, pikir pada diri, seribut apa yang mereka tuliwan dan tuliwati dengar pada getaran mahadahsyat suara guntur?

Pelangi itu ada lagi, masih ia datang menggores lengkung yang sama.. Hitam putih.. Apa sempat sekalipun kau bergumam, tanya pada diri, berapa warna yang mereka para butawan dan butawati lihat pada 7 ruas pelangi? 

Baik buruk bukan untuk dikutuk.. Kasihan, mereka mestinya disyukuri.. Pahamkah kau, sakit beribu pahit rasanya menjadi baik namun ditampik.. Sadarkah, itu lebih menyedihkan daripada memang kau berniat jahat sangat jahat.. 

Sudah cacat patutlah tetap memanjatkan kasih karena telah terima.. Tiada kain tak bernoktah, sama iramanya dengan retak yang selalu ada pada gading.. 

Angkuh itu tidak perlu, buang saja jauh-jauh, sampai hilang sudah terbuang.. Tiada Tuhan mencipta makhluk sempurna.. Semua punya cacat, pun semua punya bakat.. 

Perlukah sombong mendengar guntur? Tidak, karena mereka yang tak mampu mendengar dapat melihat guntur.. Perlukah sesumbar melihat pelangi? Tidak, karena mereka yang tak kuasa melihat bisa mendengar pelangi.. Kau bisa, mereka tidak.. Mereka mampu, kau tidak.. Semua seimbang dalam kuasaNya..

Minggu, 15 April 2012

3 Naga Sastra

Ada 3 naga yang selalu bersemayam di dalam tubuh setiap sastrawan.. Nah, 3 naga ini yang menjadi ideologi dan menjadi cikal bakal gaya menulis sang sastrawan.. Gue akan coba menjabarkan karakteristik mereka.. Here goes!!


1. Naga Liar

Naga liar ini gue banget haha.. Oke, penjelasannya gini, para sastrawan yang memelihara naga liar punya hasrat menggebu-gebu dalam menumpahkan isi otak sastra mereka.. Bahasa mereka kadang gak terkendali, dan sering kali kata-kata mereka kuat, nakal, bahkan kadang terkesan jahat.. Tapi di balik itu, pemelihara naga liar biasanya kritis, peka, dan jujur dalam bersastra.. Mereka kurang mikirin diksi, tapi diksi mereka gak tau kenapa, menurut gue, oke banget!! :D


2. Naga jinak

Naga jinak ya kebalikan dari naga liar, udah gitu aja, next!!
................................................
................................................
Gak jadi next haha.. Oke jadi emang bener naga jinak ini kebalikannya naga liar.. Tiap sastrawan yang punya naga jenis ini lebih halus walaupun sastra mereka menggambarkan kekasaran, karena mereka peduli diksi dan komposisi.. Rima dalam tulisan mereka udah kayak makanan wajib buat si naga.. Karakter tulisan mereka kuat dan susah ditembus buat ngerti makna sebenernya, karena sastra mereka sangat amat puitis.. Intinya, sastrawan yang punya naga jinak juga mampu ngejinakin tiap kata-kata jadi komposisi sastra yang luar biasa keren!!


3. Naga jinak yang liar

Ini naga ideal menurut gue.. Naga manapun bisa berubah jadi naga macem ini.. Bedanya, kalo dasarnya liar, nantinya setelah menjinak, kesan "kasar"-nya bakal dalem banget, dan sebaliknya, kalo dasarnya jinak, setelah menjadi liar, dia akan tetep ngejaga sastra sejinak mungkin.. Sastrawan yang (udah) punya naga macem ini punya tulisan-tulisan yang kuat dari segi diksi dan komposisi, tapi masih bisa melanglangbuana liar di tiap kepala orang-orang penikmat sastra..  Gak monoton, dia dinamis, gak bosenin, dia menyenangkan, gak diam di tempat, dia terbang ke angkasa.. Naga ini menurut gue adalah pencapaian tertinggi dari tiap sastrawan yang bener-bener niat menjajal dunia sastra..

Nah, itu deskripsi 3 naga sastra yang paling umum yang pernah gue temenin.. Kenapa naga? Karena naga itu adalah hewan mitos paling keren buat gue!! Apa hubungannya?? Well, sastra dan naga sama-sama keren di mata gue dengan caranya sendiri-sendiri.. :D

See you my friends!! :D

Jumat, 09 September 2011

Kampus -- Si Rumah Kedua

Lebih dari setahun, udah cukup panjang perjalanan kuliah gue di kampus baru gue (udah gak bisa dibilang baru juga sekarang hehe).. Udah banyak warna-warni, seneng-sedih, normal-aneh di hari, bulan, dan akhirnya tahun yang gue lewatin di kampus ini, Universitas Negeri Jakarta jurusan Bahasa Prancis ini.. :)

Oke, mari kita cerita sedikit perjalanan singkat gue dari sebelum gue kuliah di kampus ini sampai titik ini, detik ini, saat gue nulis artikel ini.. Well, here goes the story!!

Sebelumnya, tahun 2008, gue lulus SMA.. Gue berangkat dari kota kecil di Sulawesi Selatan, Parepare, ke Jakarta buat ngelanjutin kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta Selatan.. Seneng dan sedikit sedih waktu itu.. Seneng luar biasa karena gue dapet beasiswa buat kuliah di kampus muda yang masih embrional itu.. Dan gue bangga karena gue satu-satunya dari Parepare yang lulus dan dapet beasiswa penuh untuk kuliah di sana (dari sekitar 200 orang yang ikut tes masuk universitas itu).. Sedih karena gue dari dulu benci ekonomi dan di universitas itu gue ngambil jurusan ekonomi manajemen (itu juga ngambil karena kepancing beasiswanya doang haha).. Dan ketebak banget, gue gak enjoy kuliah di sana haha.. Nilai jeblok, IP ga pernah sampe 3,00 padahal syarat ngelanjutin beasiswa itu IPK minimal harus 3,00 gitu..

Tahun 2009, waktu gue semester 3 di sana ada kejadian gak enak yang bikin gue secara mental dan fisik pengen banget cabut dari kampus itu.. Dan, beneran aja, gue cuma bertahan 3 semester di sana.. Di tahun yang sama, gue secara resmi mengundurkan diri sebagai mahasiswa universitas itu.. Gue sedih, kecewa, marah, ngedown banget saat itu.. Sisi baiknya, gue ketemu sahabat-sahabat yang luar biasa keren di universitas itu yang sampai sekarang gue masih lekat banget sama mereka.. :)

Tahun 2010, gue mulai nyari-nyari info universitas negeri yang letaknya gak jauh-jauh dari rumah gue, karena ternyata faktor jarak berpengaruh banget buat kuliah gue haha.. Akhirnya gue putuskan Universitas Negeri Jakarta-lah yang akan jadi calon kuat kampus gue berikutnya.. Kali ini gue milih jurusan yang bener-bener gue cintai, bukan semata-mata karena kata orang itu keren, karena kata orang prospeknya oke, dan sebagainya.. Gue milih jurusan bahasa.. Bahasa adalah sesuatu yang gue cintai dari gue kecil dulu.. :) Dan lebih spesifik lagi, gue pilih Bahasa Prancis.. Awalnya banyak ketidaknyamanan yang gue rasain waktu awal-awal kuliah di sana.. Mari kita list satu-satu:

Pertama, gue belum pernah berbahasa prancis sebelumnya.. Alesan gue pilih jurusan itu adalah atas dasar cinta bahasa, dan bahasa prancis adalah satu dari beberapa bahasa besar yang belum pernah gue pelajari sebelumnya, jadi intinya gue penasaran sama si biru-putih-merah cantik seksi ini haha.. Tapi culture shock tetep ada dan bikin gue agak gak nyaman..

Kedua, persepsi orang-orang yang menganggap UI adalah satu-satunya universitas terbaik dan terkenal di Indonesia, dan pertanyaan-pertanyaan seperti "Kenapa UNJ?" atau "Kenapa gak di UI?" dan sebagainya, sempet bikin gue gak nyaman..

Ketiga, pernyataan dan pertanyaan ini entah kenapa bikin gue gak nyaman: "UNJ dulunya IKIP kan? Jadi guru dong?".. Sekali lagi, ENTAH KENAPA bikin gue gak nyaman..

Keempat, ini juga entah kenapa bikin gue gak nyaman: "Dulu bukannya lo di universitas 'itu' ya? Kok sekarang pindahnya ke UNJ?" atau "Dulu manajemen kan? Kenapa larinya ke bahasa sekarang?".. Oke? ENTAH KENAPA..

Kelima, waktu awal masuk gue gak ikut orientasi (karena gue males dan ngerasa udah bukan waktunya gue ikut yang kayak gitu haha).. Jadi waktu hari pertama kuliah gue gak punya temen, sementara anak-anak lain kebanyakan udah akrab satu sama lain.. Dulu, gue lebih banyak menyendiri..

Keenam, dulu gue sempet bingung, apa gue ngambil jalan yang bener dengan kuliah di sini? Dengan seenggaknya lima ketidaknyamanan yang gue jabarkan tadi gue jadi ragu sama jalan yang udah terlanjur gue ambil..

Nah, seenggaknya ada enam poin itu yang gue rasain di awal-awal perkuliahan.. Tapi gue pantang kalah lagi, udah bukan waktunya.. Akhirnya lambat demi laun gue menyelam lebih dalam dan menempuh lebih jauh dunia yang sedang gue hadapi sekarang.. Pelan-pelan gue mulai kenal satu, dua, tiga orang.. Berbaur dan coba mengerti dunia mereka, juga sedikit menumpah dunia gue ke dunia mereka.. Gak hanya sama temen-temen mahasiswa seangkatan, tapi juga sama dosen dan mahasiswa di tingkat yang lebih tinggi.. Gue rasa titik baliknya terjadi di satu acara jurusan yang namanya Allons-y!! (English: Let's go there!!).. Sejurusan ke puncak untuk acara yang lebih suka gue sebut malam akrab ketimbang nyebut acara itu dalam nama lain.. Malam akrab, yak, betul, di 2 hari 1 malem itulah gue mulai menyatu, kenal lebih jauh ke semua orang: dosen, teman, senior.. Pulang dari acara itu, dunia kampus gue serasa berubah, lebih nyaman untuk ditinggali, lebih berwarna untuk gue jalani, lebih manis untuk dilupain begitu aja nanti (dan memang gak akan jadi lupa begitu aja nanti, gue rasa).. :) Sedikit-sedikit gue mulai ngerasain aroma rumah di kampus ini, gak tau yaa, kampus ini jadi tempat yang gue kangenin kalo gue lagi jauh dari situ hehe.. Ruang kelas, pendopo, kantin, ruang BEMJ, temen-temen, dosen, kucing (hehe), kesederhanaanya, kepolosan dan kejujuran dari obrolan, ketawa-ketiwi, ngebanyol "ala prancis", cinta, sanjungan, kenangan, hampir semuanya, bahkan elemen-elemen dan detail-detail kecil yang gak penting tapi ngangenin hehe..


Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Tahun 2011, masih inget enam ketidaknyamanan yang gue tulis di atas tadi? Semua itu ketutup rapi sama hal-hal sederhana-tapi-menyenangkan yang udah gue dapet selama gue kuliah setahun di kampus ini, Universitas Negeri Jakarta.. Emang mungkin di mata orang-orang kampus ini begitu "kecil", tapi nggak (lagi) buat gue.. Udah banyak hal-hal yang gue temuin yang udah membesarkan hati gue di kampus ini, hal-hal yang meninggikan cita-cita dan mimpi gue, hal-hal yang melebarkan senyum gue atas kesederhanaan yang gue pandang sehari-hari.. :) Lagian, apa sih yang menarik dari rumah besar penuh perhiasan emas di dalemnya kalo lo gak betah tinggal di sana? Coba pikirin satu rumah sederhana yang beneran sederhana dan cuma punya perabot-perabot dari kaca, bukan kristal, tapi di dalemnya lo bisa tidur nyenyak, ada keluarga yang selalu ada buat lo, gak cuma di depan mata, tapi di dalem hati.. Coba pikirin itu, gue udah ngalamin kedua rumah tadi, dan gue jauh jauh JAUH lebih bahagia ketika gue ada di rumah yang sederhana itu, tempat dimana gue punya keluarga, kenyamanan batin, rasa betah yang gak cuma sesaat, ngangenin, dan jadi tempat gue selalu kembali kapanpun gue pernah atau akan pergi.. Tempat itulah yang gue sebut rumah.. Bukan, bukan rumah dalam arti yang sebenarnya, tapi itu kampus.. Kampus tempat gue bisa ngerasain semua nikmat itu.. Universitas Negeri Jakarta, kampus gue, rumah kedua gue.. :)

Senin, 29 Agustus 2011

What a beautiful day !! :)

It has been a long time.. Long time since the last time I wrote here.. Udah mulai hampir satu bulan nih, dan sepanjang kepasifan gue menulis, gue janji sama otak gue sendiri, kapanpun gue punya waktu buat nulis lagi di sini, di blog gue ini, gue mau nulis tentang hari terindah yang mungkin bakal gak tergantikan di tahun ini dan mungkin tahun-tahun berikutnya.. :)

Okey, so semua ini berawal dari hari-hari sebelum ulang tahun gue tahun ini, setelah ulang tahun gue, sebelum kepulangan gue ke jakarta dari parepare, dan setelah kepulangan. Oke, jadi ceritanya tahun ini gue berulang tahun di sebuah kota yang bernama Parepare, tempat dimana orang tua gue tinggal, tempat dimana kalian butuh waktu dua jam perjalanan udara plus tiga jam perjalanan darat untuk sampai sini dari jakarta.. Artinya, ulang tahun gue tahun ini jauh dari temen-temen gue.. Yak, bahkan temen-temen gue yang pernah jadi temen maen gue di parepare pun lagi sibuk sama urusan masing-masing, kebanyakan urusan kuliah, skripsi, magang, dan lain-lain.. Sementara gue ketinggalan jauh banget dari mereka jadi belom sibuk skripsi, magang, dan lain-lain itu.......
WAIT!! INI OUT OF TOPIC!!
......oke kembali ke topik! Jadi intinya gue jauh dari temen-temen gue, sahabat gue, dan makhluk cewek yang gue sayangin banget, sebut saja dia pacar.. Ada 2 hal yang gue pikirin sih, dan sepertinya 2 hal itu mengacu ke baik dan buruk.. Buruknya adalah itu tadi, ulang tahun gue kurang rame sama kehadiran temen-temen.. Baiknya adalah, gue jadi kebal karena ga bakal ada yang sanggup ngerjain gue dan ngasih gue surprise-surprise konyol karena gue dan temen-temen gue jauh secara fisik MUHAHA!! Akhirnya *jeng jeng* lewatlah ulang tahun gue dengan agak datar tahun ini, gak ada kejutan yang berarti, kecuali traktiran FULL SAMPE KENYANG dari bokap-nyokap MUHOHO!! (Ini model ketawa baru MUHUHUHU).. Dua hari berselang hari ulang tahun gue, gue bersiap meninggalkan Parepare menuju Jakarta: the heavenly hell or the hellish heaven (Apa deh? -.-a).. Oh iya, udah dari lama, rencananya orang yang sebut saja namanya pacar bakal ngejemput kepulangan gue nanti.. Seneng? Pasti! MUHEHEHE!!

Akhirnya, untuk mempersingkat cerita, tau-tau gue udah boarding ke pesawat aja, gue kabarin si pacar dan gue tanya "Jemputnya sama siapa?", terus pacar jawab "Sendiri, emang sama siapa lagi?", terus gue balas "Oh, yaudah, hati-hati aja ya jalan sendirian kalo malem", terus pacar bilang "Iya", terus gue mikir dalem hati "Nanti gue sampe jakarta kan malem gara-gara pesawat sempet delay, pacar jemput sendirian, gue bakal lebih tenang kalo dia ga jalan sendirian bla bla bla", terus pacar juga mikir dalem hati "MUHIHIHI gue bohong tau, gue ga sendirian" (Ucapan terakhir ini hanya terkaan penulis karena penulis tidak bisa membaca pikiran pacar.red).. Lalu apa yang terjadi?? *eng ing eng* Gue mendarat, pacar nelpon dan kata dia jangan ditutup sampe ketemu di luar.. Oke deh, gak ditutup telponnya.. :D Terus gue langsung keluar (berhubung gue gak ada barang di bagasi) dan ngeliat pacar.. Lambai-lambai bentar, gue samperin, peluk pacar (Kangen cuy T_T) daaaaaan......... DI SINI LETAK KEINDAHAN HARI INI.. SILAKAN LANJUT BACA DULU!! ............tiba-tiba pacar ngajak gue ke arah yang berlawanan dari arah yang mau gue tuju: halte damri ke arah rawamangun. Pacar bilang "Sini deh", gue gak bilang apa-apa.. Berselang beberapa langkah gue liat di arah sana, di tangga menuju lantai dua bandara, ada empat monyet gokil lagi duduk.. Mereka itu monyet-monyet yang gak pernah gue sangka SAMA SEKALI bakal ada nongkrong di sana, DI HALAMAN BANDARA DI HARI KEPULANGAN GUE!! Bukan main seneng banget gue, sampe speechless, dan yang bikin gue makin speechless adalah, yang ngajak monyet-monyet itu dateng ke bandarra adalah pacar gue yang sebut saja namanya PACAR MUHAHAHA!! Nggak, namanya Suci Wijayanti :) dan nama monyet-monyet luar biasa itu adalah EMIR ZAKKY a.k.a SiI KULIT IJO, CABUL TUA, EMIR.. Terus ada VEDRIAN PRIMAOGI WIRAMANDIRI a.k.a KEPEDOFIL, KUNTET BULUAN, KEPET, RIAN.. Terus ada SOLI NONI CECILIA SINAGA a.k.a RAHANG COPOT, CEWEK MACHO, SOLI.. Dan yang terakhir ada IRFAN RAMADHAN AFRIDIA SYARIF (Bener gak namanya ya? :P) a.k.a MONYET, MONYET, MONYET, MONYET..

Mereka bawa kue ulang tahun cuy, terharu gue sampe ngomong "Alhamdulillah yaa, kalian ini sesuatu banget loh, ini tuh too much banget" MUHOHOHO!! Abis ritual potong-potong kue bentar, kita memutuskan buat gak langsung pulang (Yes man!! Gue gak rela kesenangan ini berakhir begitu aja!!), Akhirnya kita meluncur ke kuningan buat makan malem dan ketemu satu monyet lagi yang namanya DESYLIA HERDIANA SUBING, ternyata dia agak kecewa tadi ga ikut ke bandara haha nyunyuuu :P

Abis itu, kita semua makan malem, becanda khas kita, ngobrol sebagai kita, sayang kita gak lengkap, ada dua orang lagi yang gue harap ada pas hari itu, tapi ndilalah, yang satunya berhalangan, dan yang satu lagi mustahil dateng, gapapa lah gue udah seneeeeeng banget kayak monyet dilempar pisang sekarung MUHEHEHE!! Sumpah ya Allah, saya seneng banget hari itu, kalo bisa kenangan itu pengen di-save terus disimpen di pensieve biar kapanpun saya bisa balik lagi ke hari itu.. :)

Thanks to all of you, I really love you guys, not as a lover, not as a gay, but as a real friend.. :)

Emir said: "The biggest thanks should go to your girlfriend" Then okay, I knew it, you are the one behind all of these happiness, all of these things that made my day, so thanks to you cherie, I really love you, as a lover, as a man.. :)

Someone said: "True friend doesn't exist".. I simply said "They do exist, I have them".. :)

P.S. Too bad I didn't take any picture.. :(

WELL, SEE YOU LATER, MY FRIENDS!! :D